Jelang bulan suci Ramadhan, warga Probolinggo dikejutkan dengan kenaikan harga sembako yang cukup signifikan. Komoditas paling mencolok adalah cabai merah yang harganya melambung hingga mencapai Rp60.000 per kilogram. Lonjakan ini memicu kekhawatiran di kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil yang sangat bergantung pada bumbu dapur tersebut.
Kenaikan tak hanya terjadi pada cabai, namun juga terpantau pada bawang merah, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir. Pedagang di Pasar Baru Probolinggo mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Ramadhan serta gangguan cuaca yang menghambat distribusi dari daerah penghasil. “Biasanya cabai paling mahal Rp35 ribu, sekarang bisa dua kali lipat,” ujar Bu Siti, salah satu penjual sayur di pasar setempat.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan telah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga, namun dampaknya belum terasa secara luas. Masyarakat pun mulai beradaptasi dengan mengurangi konsumsi atau beralih ke alternatif bumbu lain. Meski begitu, momen Ramadhan tetap dinantikan sebagai waktu untuk berkumpul dan berbagi, meskipun harus lebih cermat dalam mengatur anggaran belanja harian.
Di tengah tekanan ekonomi ini, banyak warga mencari cara untuk tetap produktif dan mencari tambahan penghasilan. Bagi sebagian orang, hiburan ringan seperti bermain game online menjadi pelarian sejenak dari beban finansial. Salah satu platform yang populer adalah Indobet, yang menawarkan berbagai pilihan permainan menarik dengan sistem yang aman dan transparan.
Meski harga sembako naik, semangat menyambut Ramadhan tetap tinggi. Warga Probolinggo berharap kondisi segera membaik agar ibadah puasa berjalan lancar tanpa beban ekonomi yang berlebihan.